kesehatan

Acara Bimbingan Teknis Laboratorium Kesehatan Masyarakat Regional 2

Berdasarkan kompetensinya, laboratorium kesehatan masyarakat dibagi dalam 5 tier, dimana Balai Laboratorium Kesehatan Masyarakat Batam berada/ posisi tier 4 (regional) dengan wilayah binaan Provinsi Kepri, Riau dan Sumbar. Balai Laboratorium Kesehatan Masyarakat Batam mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan laboratorium kesehatan masyarakat. Selain itu memiliki 13 fungsi yaitu penyusunan rencana, program, dan anggaran, pelaksanaan pemeriksaan laboratorium kesehatan, […]

Acara Bimbingan Teknis Laboratorium Kesehatan Masyarakat Regional 2 Read More »

Pelaksanaan Kegiatan On The Job Training (OJT) Ahli Tenaga Laboratorium Medis (ATLM) UPT Laboratorium Kesehatan Masyarakat Kabupaten Bengkalis di Balai Labkesmas Batam

Balai Laboratorium Kesehatan Masyarakat (Labkesmas) Batam yang berada pada regional 2 merupakan Laboratorium Kesehatan Masyarakat Regional (tier 4) yang memiliki tugas pokok dan fungsi melaksanakan pembinaan kepada laboratorium yang berada di wilayah binaan seperti Laboratorium Kesehatan Masyarakat Provinsi (tier 3), Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) Kabupaten/Kota (tier 2), dan Laboratorium Kesehatan Masyarakat Puskesmas (tier 1). Balai

Pelaksanaan Kegiatan On The Job Training (OJT) Ahli Tenaga Laboratorium Medis (ATLM) UPT Laboratorium Kesehatan Masyarakat Kabupaten Bengkalis di Balai Labkesmas Batam Read More »

SERO SURVEI TITER ANTIBODI RABIES PADA PASIEN POST GHPR PASCA VAKSINASI DI KOTA SUNGAI PENUH JAMBI

  Latar Belakang Penyakit rabies atau penyakit anjing gila adalah penyakit hewan yang menular yang disebabkan oleh Lyssavirus dari Family rabdhoviridae, dapat menyerang hewan berdarah panas dan manusia. Rabies bersifat zoonotik, menular kemanusia melalui gigitan atau air liur hewan tertular dan belum ada obatnya. Rabies di Indonesia endemis di 26 Provinsi dan 8 Provinsi dinyatakan

SERO SURVEI TITER ANTIBODI RABIES PADA PASIEN POST GHPR PASCA VAKSINASI DI KOTA SUNGAI PENUH JAMBI Read More »

Kegiatan Surveilans Toksoplasmosis di Kota Padang Provinsi Sumatera Barat

Kasus toxopolasmosis pada manusia tergolong sangat tinggi yaitu di atas 40% Dinamika kasus toxopolasmosis di Indonesia cukup sulit diikuti secara tepat karena surveilans yang reguler tidak diprogramkan dengan terencana. Untuk mengetahui gambaran kasus toksoplasmosis dan mengetahui faktor risiko toksoplasmosis di wilayah kerja Balai Labkesmas Batam, oleh karena itu kegiatan ini dilakukan di Kota Padang sebagai

Kegiatan Surveilans Toksoplasmosis di Kota Padang Provinsi Sumatera Barat Read More »

Supervisi Labkesmas di Kota Padang

Pada tanggal 14-16 Mei 2024 telah dilakukan supervisi pada Labkesmas di Kota Padang, Prov Sumatera Barat. Kegiatan ini perdana dilakukan di wilayah Provinsi Sumatera Barat, sebab per tahun 2024 Provinsi ini menjadi salah satu wilayah binaan Balai Labkesmas Batam sebagai Labkesmas tier 4. Kegiatan dilakukan pada 1 Labkesmas tier 3 (Labkes Prov Sumbar) dan 11

Supervisi Labkesmas di Kota Padang Read More »

Surveilans TFU (Pengelolaan Limbah di Fasyankes)

Kegiatan surveilans tempat fasilitas umum (TFU) kali ini difokuskan pada Puskesmas. Dikarenakan puskesmas sebagai gerbang awal masyarakat akses kesehatan sehingga diperlukan pengawasan khusus pada IPAL-nya. Kegiatan dilakukan secara random pada 4 puskesmas terpilih. Perlu diketahui seluruh puskesmas di Padang telah memiliki IPAL. Hasil yang diperoleh dari Kegiatan Pengelolaan Lingkungan dan Limbah di Fasyankes Kota Padang

Surveilans TFU (Pengelolaan Limbah di Fasyankes) Read More »