Instalasi di BTKLPP Kelas I Batam

1. Instalasi Faktor Resiko Lingkungan


·      Laboratorium Biologi

     Instalasi Laboratorium Biologi merupakan instalasi labora- torium pada BTKLPP Kelas I Batam yang melakukan pemeriksaaan mikrobiologi sampel air minum, air bersih, air laut, air baku, air limbah, air hujan, makanan, angka kuman udara, plankton, benthos, swab tangan, swab alat, swab lantai. Jumlah parameter yang telah terakreditasi sebanyak 10 parameter, dengan jumlah pemerik- saan yang telah terakreditasi yaitu pe- meriksaan air minum, air bersih, dan air badan air/air baku, air laut, air lim- bah, air limbah fasyankes, dan air kolam renang.

     

     Sesuai tupoksi kegiatan laboratorium Biologi mendukung kegiatan program dan permintaan antar instansi pemerintah dan selebihnya pelayanan terhadap masyarakat umum. Selama tahun 2021, Laboratorium Biologi melakukan pemeriksaan sampel sebanyak 824 sampel. Dibandingkan tahun 2020 yang turun drastis dari tahun sebelumnya sebanyak 3.758 menjadi terjadi penurunan jumlah sampel dengan sebanyak 218 sampel, dan bila dibandingkan dengan tahun 2019 . Hal ini disebabkan oleh dampak pandemi COVID-19 yang terjadi di seluruh dunia pada awal tahun 2020. Uji Profisiensi dengan bahan Uji Air dan Makanan Kegiatan uji profisiensi ini diselenggarakan oleh Balai Besar Industri Agro (BBIA), dalam hal ini BTKLPP Kleas I Batam yakni Instalasi Laboratorium Biologi mengikuti UP dengan bahan uji dan parameter sebagai berikut :

      1. Tepung Terigu : Angka Lempeng Total (ALT) dan Angka Paling Mungkin (APM) E.coli serta pemeriksaaan kualitatif E.coli
      2. Tepung Terigu dan Ampul : Angka Lempeng Total (ALT) dan Angka Paling Mungkin (APM) E.coli serta pemeriksaaan kualitatif E.coli
      3. Susu Bubuk : Staphylococcus aureus (Kualitatif dan Kuantitatif) dan Salmonela (Kualitatif dan Kuantitatif)
      4. Susu Bubuk dan Ampul : Staphylococcus aureus (Kualitatif dan Kuantitatif) dan Salmonela (Kualitatif dan Kuantitatif)
      5. Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) : ALT (Angka Lempeng Total ) suhu 36°C 48 Jam, 22°C 72 Jam dan Coliform (Kuantitatif)

·      Laboratorium Kimia Fisika Air

Instalasi Laboratorium KFA sepanjang Tahun 2021 telah melakukan pengujian pada beberapa matriks pemeriksaan dengan total pengujian mencapai 165 sampel uji. Adapun matriks pengujian pada Instalasi Laboratorium KFA meliputi Air Minum, Air Bersih, Air Badan Air, Air Kolam Renang, Air Laut, Air Limbah (Limbah Industri umum, Limbah RS, Limbah Domestik, Limbah Tepung Tapioka, Limbah Hotel, Limbah Industri Pelapisan Logam, Limbah Lindi TPA, Limbah Industri Pengolahan Kelapa), Filtrat, Sumur Pantau dan Kimia Makanan.


·      Laboratorium Kimia Fisika Udara dan Radiasi

Instalasi Laboratorium Kimia Fisika Udara dan Radiasi (KFUR) merupakan laboratorium pengujian dengan pengujian gas di udara, emisi sumber bergerak dan emisi sumber tidak bergerak serta parameter fisik di lingkungan kerja. Instalasi Laboratorium KFUR terus berusaha melakukan peningkatan kompetensi SDM maupun peralatan penunjang untuk dapat meningkatkan kualitas pengujian yang akurat. Instalasi Laboratorium Kimia Fisika Udara dan Radiasi merupakan instalasi laboratorium pada BTKLPP Kelas I Batam yang melakukan pemeriksaaan sampel Adapun matriks sampel pengujian yang di lakukan di Instalasi KFUR antara lain Udara Ambien, Udara Indoor, Emisi Tidak Bergerak (Genset, Boiler, Insinerator, Exhaust) dan Emisi Bergerak (solar dan bensin), Debu (TSP), PM10, PM7, PM4, PM2.5, PM1, Total Partikulat, Kebisingan, Intensitas Penerangan, Iklim Kerja dan Kelembaban. Jumlah parameter yang diperiksa

oleh Instalasi Laboratorium Kimia Fisika udara dan Radiasi pada tahun 2021 sebanyak 18 parameter dan sudah terakreditasi


·      Laboratorium B3 dan Padatan

Laboratorium BTKLPP Kelas I Batam terus melakukan peningkatan terus menerus (continues improvement) salah satunya dengan alat GC-MS (Gas Chromatography Mass Spectrometry) yang akan diprioritaskan guna menunjang kegiatan pada program di BTKLPP Kelas I Batam.


2. Instalasi Media Reagensia, Limbah, dan K3

Instalasi Media dan Reagensia melakukan perencanaan, monitoring, dan evaluasi ketersediaan rea- gensia dan media agar dapat mendukung pelaksanaan pemeriksaan laboratorium sesuai dengan kebutuhan. Kegiatan monitoring ketersediaan media dan reagensia secara rutin yang dilakukan adalah penghitungan stock opname setiap 3 bulan. Selain itu Instalasi Laboratorium Reagensia dan Media juga melakukan evaluasi terhadap reagen kadalu- arsa. Reagen kadaluarsa tidak dapat dihindari di dalam pelaksanaan tugas sebagai laboratorium yang terakreditasi, karena banyak membutuhkan reagensia dan media dalam jumlah yang cukup dan tidak habis masa pakai serta dituntut untuk terus meningkatkan ketersediaan reagensia dan media agar dapat men- dukung pelaksanaan kegiatan laboratorium sesuai dengan parameter yang ada. Jumlah kadaluarsa yang paling banyak adalah reagen padatan dan beberapa reagen cair. Setelah dilakukan analisis dan evaluasi, tingginya jumlah reagen kimia-fisika kadaluarsa disebabkan karena penggunaan reagen untuk pengujian sangat sedikit sedangkan yang tersedia dari pabrik kemasan berukuran besar. Hal lainnya adalah beberapa reagen termasuk dalam kategori prekursor yang sulit dalam pemenuhannya.


3. Instalasi Mutu, Pemeliharaan dan Kalibrasi

Instalasi Mutu, Pemeliharaan dan Kalibrasi di BTKLPP Batam dilakukan pada peralatan uji baru, serta kalibrasi rutin terjadwal untuk pralatan uji laboratorium. Kalibrasi diperlukan untuk menjaga ketertelusuran penguku- ran dan validitas hasil uji. Kalibrasi peralatan dilakukan secara internal maupun eksternal. Kalibrasi eksternal dilakukan dengan mendatangkan kalibrator dari laboratorium kalibrasi terakreditasi atau mengirimkan peralatan laboratorium ke laboratorium kalibrasi. Kalibrasi internal dilakukan di Insta- lasi Laboratorium Kalibrasi dan Pengujian Mutu (KPM) BTKLPP Kelas I Batam meliputi kalibrasi volume/ massa, kalibrasi suhu enclosure, kontrol suhu alat, kontrol suhu dan kelembaban ruangan dan maintan- ace peralatan serta melakukan perbaikan alat yang rusak ringan.


Kegiatan kalibrasi terbagi menjadi 3 kegiatan, yakni kalibrasi internal, kalibrasi eksternal, dan program. Kalibrasi internal merupakan kegiatan kalibrasi yang dilaksanakan di lingkungan laboratorium yang ada di BTKLPP kelas I Batam yang dilakukan oleh instalasi kalibrasi dan pengujian mutu (KPM). Kalibasi eksternal merupakan kegiatan kalibrasi peralatan laboratorium yang dilakukan oleh pihak eksternal baik yang dilakukan in situ/ di laboratorium BTKLPP ataupun dengan membawa alat ke laboratorium tempat kalibrasi. Kegiatan Program choldchain merupakan program BTKLPP Kelas I Batam dari seksi Surveilans Epdemiologi (SE) dan kalibrasi Alat Sanitarian Kit dari Direktorat Kesehatan Lingkungan yang melibatkan seksi Pengembangan Teknologi Laboratorium (PTL).


4. Instalasi Laboratorium Virologi, Mikrobiologi, Parasitologi

Pada masa Pandemi Covid-19 Instalasi Laboratorium Penyakit menjadi sentral rujukan pemeriksaan PCR sampel Covid-19 di Wilayah Layanan. BTKLPP Kelas I Batam selain menjadi laboratorium rujukan provinsi pemeriksa COVID-19 ditunjuk sebagai laboratorium pembina Provinsi Kepulauan Riau sesuai dengan Keputusan Menteri Kesehatan RI No 4642 Tahun 2021. Selain Sebagai sentral rujukan covid-19, Instalasi Laboratorium Penyakit juga melakukan pemeriksaan TCM-TB dan konfirmasi PCR Dengue. Pemeriksaan Rujukan Mikroskopis TB di wilayah Provinsi Kepri, serta Rujukan Mikroskopis Malaria.


5. Instalasi Laboratorium Vektor dan Binatang Pembawa Penyakit, Uji Resistensi dan Efektifitas

Di wilayah kerja BTKLPP Kelas I Batam Provinsi Jambi dan Provinsi Kepuluan Riau merupakan kab/kota terbanyak belum menda- pat predikat Eliminasi, Provinsi Riau dari 12 kab/kota 10 diantaranya sudah eliminasi. Di provinsi Jambi Kab Tebo merupakan kabu- paten dengan API yang tertinggi di antara 11 Kab/kota yang ada, begitu pula Kab Lingga merupakan Kab tertingi kasus dan APInya di antara 7 Kab/kota. Untuk penggendalian vek- tor menurunkan kasus 2 kab ini sudah dibagi- kan kelambu massal dengan jenis Insektisda di kelambu Deltametrin yang pembagianya di Desa Batu Berdaun, Kec. Singkep, Kab.Lingga Prov.Kepulauan Riau dan Desa Rimbo Mulyo, Kec. Rimbo Bujang, Kab.Tebo, Prov. Jambi.


6. Instalasi Teknologi Tepat Guna

 

7. Instalasi Pelayanan Publik dan Humas