Hasil Kegiatan Surveilans Sentinel Arbovirosis (S3A) Kota Batam Tahun 2023

Salah satu kegiatan program yang telah dirintis oleh Kementerian Kesehatan sejak tahun 2014 adalah Surveilans Arbovirosis, akan tetapi data dan informasi terkait proporsi berdasarkan konfirmasi diagnosis penyakit arbovirosis dan proporsi serotype virus yang beredar belum memadai, sehingga Kementerian Kesehatan menganggap penting dibanun suatu Sistem Surveilans Sentinel Dengue (S3D) dibeberapa fasilitas pelayanan kesehatan terpilih untuk mendapatkan informasi yang akurat dan berkesinambungan tentang proporsi kasus dan serotype virus dengue, virus zika, dan penyakit arbovirosis lainnya yang bersirkulasi disuatu wilayah.

Balai Labkesmas Batam (eks BTKLPP Kelas I Batam) sejak tahun 2018 melaksanakan tugas dan fungsinya dalam melakukan surveilans arbovirosis diwilayah kerjanya. Surveilans Arbovirosis dilaksanakan dengan melakukan surveilans aktif kasus Dengue yang bertujuan untuk mengetahui adanya transmisi virus dengue dan kemudian virus lainnya (Zika/Chikungunya) yang bergejala klinis hampir sama. Tujuan daari surveilans ini adalah mengetahui tren penyakit infeksi dengue dilokasi entinel, mengetahui gambaran epidemiologi penyait infeksi dengue dilokasi sentinel dan mengetahui sebaran serotype virus dengue dilokasi sentinel. Dengan diketahuinya gambaran pola daerah endemis yang berpoteni terhadap infeksi dengue berdasarkan serotypenya maka dapat direncanakan metode penatalaksanaan dan pengendalian penyakitnya secara optimal.

METODE PENELITIAN

S3D adalah kegiatan surveilans penyakit arbovirosis yang dilaksanakan dilokasi sentinel diwilayah layanan Balai Labkesmas Batam (Eks BTKLPP Kelas I Batam) yang menjadi daerah endemis penyakit dengue.  Terdapat  11 lokasi sentinel  di Kota Batam (ada 11 puskesmas sentinel).

Populasi sampel adalah pasien suspek dengue yang datang dibaian rawat jalan dipuskesmas sentinel  selama satu tahun anggaran. Kriteria suspek infeksi dengue mengikuti Petunjuk Teknis Sistem Surveilans Sentinel Arbovirosis (S3A) yang dikeluarkan oleh Subdirektorat Arbovirosis Direktorat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tular Vektor dan Zoonotik  Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan Republik Indonesia Tahun 2019. Pasien suspek infeksi Dengue diwawancara dan diambil specimen darahnya untuk diperiksa di Laboratorium Virologi Balai Labkesmas Batam (eks BTKLPP Kelas I Batam). Formulir pasien dan specimen diterima di Laboratorium Virologi seminggu sekali. Data hasil wawancara direkap dan dianalisis secara deskriptif, sedangkan specimen disimpan pada suhu yang sesuai hingga specimen tsb dilakukan pengujian.

Pengujian sampel mengikuti alur yang sudah ditetapkan dalam standar Petunjuk Teknis Sistem Surveilans Sentinel Arbovirosis (S3A) yang dikeluarkan oleh Subdirektorat Arbovirosis Direktorat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tular Vektor dan Zoonotik  Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan Republik Indonesia Tahun 2019. Pertama kali sampel diperiksa menggunakanmetode Reserve Transcription Polimerase Chain Reaction (RT PCR) Singleplex Dengue. Semua specimen postif dengue dilakukan pemeriksaan deteksi serotype dengue.

HASIL DAN PEMBAHASAN

Hasil pengumpulan specimen dari 11 puskesmas yang menjadi lokus sentinel di Kota Batam dapat dilihat pada gambar 1.

Sebanyak 47 sampel darah berhasil dikumpulkan dari kasus suspek dengue yang datang di Puskesmas Sentinel. Jumlah sampel terbanyak berasal dari Puskesmas Batu Aji Kota Batam.

Gambar 1. Data jumlah sampel yang berasal dari beberapa puskesmas sentinel

 

Gambar 2. Distribusi sampel berdasarkan pemeriksaan RDT NS1

 

Gambar 3. Distribusi sampel berdasarkan pemeriksaan serotype

 

Gambar 4. Distribusi sampel berdasarkan deteksi serotype

Seluruh sampel dilakukan pemeriksaan NS1 dapat dilihat pada gambar 2 untuk deteksi awal terinfeksi demam berdarah dengue. Hal ini sesuai dengan juknis dari kegiatan surveilans sentinel arbovirosis ini bahwa sampel yang diambil terlebih dahulu dilakukan pemeriksaan RDT Dengue/NS1.D.

Dari 47 sampel yang dikirim ke Balai Labkesmas Batam eks BTKLPP Kelas I Batam yang diperiksa menggunakan metode Singleplex Dengue terdapat 11 sampel (23,4%) positif terdeteksi serotype virus dengue, hal ini dapat terjadi bila sampel darah diambil sebelum antigen dan antibody terdeteksi dengan RDT yang digunakan ( dipenaruhi oleh sensitifitas dan spesifikasi RDT yang digunakan). Pada specimen dengan hasil positif dengue pemeriksaan dilanjutkan untuk mengngetahui serotype virus dengue. Dan 36 sampel (76,6%) tidak terdeteks virus denguedapat dilihat pada gambar 3.

Masing-masing lokasi sentinel memiliki variasi serotype, akan tetapi kseluruhan serotype muncul dapat dilihat bahwa hasil pemeriksaan deteksi serotype 11 sampel yang terdeteksi type serotype dengue dengan metode RT PCR Real Time Single Plex Dengue diperoleh hasil 6 sampel (54,5%) terdeteksi DENV-3, 2 sampel (18%) terdeteksi DENV-1, 1 sampel (9%) terdeteksi DENV-4, dan 2 sampel (18%) terdeteksi DENV-2. Pada Tahun 2023 tidak ada ditemukan multi atau dua atau lebih serotype yang ditemukan pada satu sampel dapat dilihat pada gambar 4.

Hasil pemeriksaan kegiatan S3A akan dapat menyumbangkan data dasar variasi serotype diwilayah sentinel di Kota Batam.

KESIMPULAN

  1. Ditemukan infeksi virus dengue pada 11 sampel (23,45%) specimen S3A yang diperiksa pada tahun 2023
  2. Keseluruhan Serotype (DenV1, DenV2, DenV3 dan DenV4) muncul pada 11 sampel dengue yang ditemukan infeksi virus dengue
  3. Sebaran serotype virus dengue belum dapat digaambarkan dengan baik dilokasi sentinel oleh karena jumlah specimen yang terkumpu belum mewakili seluruh puskesmas di Kota Batam.

DAFTAR PUSTAKA

  • Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Petunjuk Teknis Sistem Surveilans Sentinel Arbovirosis (S3A) yang dikeluarkan oleh Subdirektorat Arbovirosis Direktorat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tular Vektor dan Zoonotik  Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan Republik Indonesia Tahun 201. (poppy)