Pengambilan Dan Pengiriman Sampel Lingkungan Dalam Mendukung Eradikasi Polio Di Kota Batam Tahun 2022

Kegiatan ini bertujuan untuk memantau dan mendeteksi sirkulasi virus polio liar walaupun tidak ditemukan Akut Flaccid Paralysis (AFP) / Lumpuh Layuh serta untuk melengkapi berkas sertifikat Bebas Polio dari World Health Organization (WHO). Karakter virus polio yang dikeluarkan lewat feses dan tercampur pada limbah, oleh karena itu kegiatan ini mengambil sampel air limbah. Di kota Batam terdapat penanganan pengolahan limbah yang terpusat sehingga pengambilan sampel hanya dilakukan pada satu titik yaitu Instalasi Pengolahan Air Limbah Badan Pengusahaan Batam khususnya Waste Water Treatment Plan (WWTP) Batam Center.

Pemantauan dilakukan satu bulan sekali selama tahun 2022. Namun pada tahun 2022 kegiatan baru berjalan sejak bulan Februari. Sampel dikirim ke Pusat Biomedis dan Teknologi Dasar Kesehatan (BTDK) Litbangkes Kemenkes RI atau sekarang bernama Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan (BKPK). Pada awal tahun tim dari BTKLPP Kelas I Batam telah berkoordinasi dengan tim dari BKPK untuk penentuan jadwal pengiriman sampel, agar pemeriksaan di BKPK tidak menumpuk dan terjadwal.

Kegiatan dilakukan sesuai jadwal yaitu setiap minggu ketiga setiap bulan. Petugas yang terlibat saat pengambilan: dua orang epidemiolog dari BTKLPP Kelas I Batam, pendamping dari satu orang petugas Dinas Kesehatan Kota Batam dan satu orang petugas dari WWTP Batam Center. Sampel yang diambil berupa air limbah sebanyak 1000 ml menggunakan grab sampler lalu dipindahkan langsung ke dalam botol sampel sebanyak satu buah volume 1000 ml atau dua buah volume 500 ml. Botol sampel tersebut kemudian dikemas dengan rapat lalu dimasukan ke dalam cool box yang sudah berisi ice pack secukupnya, agar suhu terjaga kisaran 2-8’C. Pengukuran suhu dilakukan dengan cara memasukan thermometer ke dalam cool box dan dibiarkan selama 10 menit dalam kondisi tertutup. Suhu yang terukur saat itu adalah 8’C. Waktu pengambilan sampel dilakukan pada pagi hari sebelum jam09.00. Sampel tersebut lalu dikemas dengan rapat dan diantar ke jasa ekspedisi yang mampu mengirim sampel maksimal 2×24 jam, jasa ekspedisi yang digunakan adalah PCP express (direkomendasikan 1×24 jam).Hasil dari pengiriman,dan penerimaan sampel sejak Februari sampai Agustus 2022 adalah Negatif. Hasil pemeriksaan per bulan sudah disampaikan ke pihak Manajer Limbah BP Batam, petugas WWTP Batam Center dan Petugas Dinas Kesehatan Kota Batam.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *