Penemuan dan Pemantauan TB di Tempat Khusus (di Lapas Kelas IIA Pekanbaru Provinsi Riau)


Pekanbaru – Penyakit tuberkulosis (TB) masih perlu mendapat perhatian serius dari semua pihak karena hingga kini TB menjadi penyakit infeksi dengan kematian tertinggi di Indonesia. Penularan TB melalui droplet yaitu cairan atau cipratan liur yg dikeluarkan seseorang dari hidung atau mulut saat bersin, batuk, dan berbicara. Prevalensi kasusnya di Indoensia mencapai 44 per 100rb penduduk per tahun. Hasil skrining yg dilakukan tercatat ada 4.400 pasien TB RO (resisten obat), 52.929 TB anak dan 7.729 TB dengan HIV.

Pengambilan Spuntum

Kelompok orang tertentu memiliki risiko tinggi terkena TB seperti bayi, lansia, orang yang terinfeksi HIV/Aids, penderita diabetes dan autoimun. Selain itu, orang yg tinggal dalam hunian padat seperti di perumahan padat dan sempit, tempat penampungan, asrama, lapas/rutan memiliki resiko penularan tinggi. Bakteri penyebab TB bisa bertahan pada ruangan yg gelap, lembab dan tidak memiliki cukup ventilasi. Salah satu tempat khusus yg perlu menjadi perhatian adalah lapas/rutan. Indonesia memiliki 463 rutan yg cukup untuk menampung 105rb tahanan. Namun kenyataannya bisa diisi hingga 160rb orang. Pada Lapas Kelas IIA Pekanbaru juga diketahui melebihi kapasitas. Oleh karena itu BTKLPP Batam melakukan pemantauan kasus TB di lapas tersebut, dimana Prov. Riau juga merupakan bagian dari wilayah kerja selain Prov. Kepri dan Prov. Jambi.

Pada 8-10 Maret 2022 tim BTKLPP Batam terdiri dari tiga orang telah melaksanakan kegiatan penemuan dan pemantauan TB di Lapas Kelas IIA Pekanbaru Prov. Riau bekerja sama dengan Dinkes setempat. Hasil pemeriksaan sputum sewaktu menggunakan TCM terhadap 68 responden yg berasal dari warga binaan di lapas tersebut diperoleh hasil semua negatif TB. Sementara untuk karakteristik responden diketahui semua berjenis kelamin laki-laki, 42,6 % usia dewasa akhir, 50 % tamatan SMA. Pengetahuan responden tentang penyakit TB yaitu 70,4 % responden memiliki pengetahuan tingkat sedang. Beberapa rekomendasi telah disampaikan kepada pihak terkait untuk kondisi yg lebih baik kedepannya terutama pemberian pengetahuan seputar TB serta skrinning rutin. (SE-won)

#lapaspekanbaru #pemantauantb #tuberkulosis #penemuankasustb #pekanbaru #kasustblapas #btklppbatam

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *