Penemuan Dan Pemantauan Tuberkulosis Di Tempat Khusus (Lapas Kelas IIa Tanjung Pinang) Provinsi Kepulauan Riau

Tanjung Pinang – Kasus aktif tuberkulosis (TB) pada tahun 2020 berjumlah sekitar 845 ribu. Begitu juga dengan angka kematian akibat TB tahun 2020 sebesar 98 ribu. Pemerintah Indonesia terus berupaya mempercepat penanggulangan Tuberkulosis (TB) dan diharapkan akan mencapai target Eliminasi TB pada tahun 2030. Bahkan sudah disahkan peraturan terbaru berupa Peraturan Presiden Nomor 67 tahun 2021 tentang Penanggulangan Tuberkulosis.

BTKLPP Batam sebagai bagian UPT Kementerian Kesehatan turut berperan aktif. Salah satu tugas pokoknya untuk pelaksanaan surveilans. Dalam hal ini BTKLPP Batam melakukan kegiatan penemuan dan pemantauan kasus TB di wilayah kerja. Wilayah kerja BTKLPP Batam meliputi tiga provinsi yaitu Kepulauan Riau, Riau dan Jambi. Pemilihan lokasi kali ini yaitu pada lapas khususnya Lapas Kelas IIA di Tanjung Pinang Provinsi Keplauan Riau.

Pemilihan lapas berdasarkan beberapa fakta diantaranya Survei Prevalensi Tuberkulosis tahun 2013-2014 diketahui prevalensi pada laki-laki tiga kali lebih tinggi dibandingkan perempuan. Hal ini dapat terjadi karena laki-laki lebih banyak terpapar rokok. Kondisi ini didukung hasil survei diketahui partisipan laki-laki yang merokok sebanyak 68,5%. Data World Health Organization (WHO) pada tahun 2014 menyebutkan bahwa kasus TB di rutan dan lapas Indonesia bisa 11-81 kali lipat lebih tinggi daripada populasi umum.

Pada 13-16 Juni 2022 tim BTKLPP Batam terdiri dari empat orang telah melaksanakan kegiatan tersebut. Metode pelaksanaan menggunakan metode deskriptif untuk melihat gambaran faktor risiko penyakit TB dengan observasi kepadatan hunian dan wawancara responden. Penemuan kasus TB baru dengan pemeriksan Sputum Sewaktu lalu diperiksa BTA menggunakan alat Tes Cepat Molekuler (TCM). Wawancara menggunakan kuesioner mengarah pengetahuan dan sikap serta perilaku terhadap penyakit TB.

Hasil pemeriksaan sputum sewaktu menggunakan TCM terhadap 50 responden yang berasal dari Warga Binaan di Lapas Kelas IIA Tanjung Pinang diperoleh hasil semuanya negartif TB. Dari hasil kuesioner yang diberikan kepada responden dapat diketahui 40 % Dewasa Awal, semuanya berjenis kelamin Laki-Laki., tingkat pendidikan SMA ada 48,1%, Dari kuesioner yang diberikan terhadap responden untuk pengetahuan tentang penyakit TB diketahui 70,4 % responden memiliki pengetahuan Sedang. Beberapa rekomendasi telah disampaikan kepada pihak terkait untuk kondisi yang lebih baik kedepannya terutama pemberian pengetahuan seputar TB serta skrinning rutin.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *